Tuesday, September 9, 2008

PENGEN KURUS BU...

KURUS

BANYAK WANITA BERLOMBA-LOMBA memburu tubuh kurus bak model. Tapi, tak sedikit pula wanita yang justru minder punya tubuh kerempeng alias kurus kering. Pakai baju ukuran small, masih kedodoran. Pakai baju yang agak terbuka, bukannya terlihat sensual, yang kelihatan malah tulang semua. Padahal, kurus bukan karena berdiet keras, apalagi sampai anoreksia. Sebaliknya, justru termasuk doyan makan dan anti berdiet. Tapi, mengapa tetap kurus?
PASTIKAN TIDAK ADA
MASALAH KESEHATAN
Sebelum membuat berbagai rencana untuk membuat tubuh lebih berisi,cobalah terlebih dahulu mempelajari silsilah keluarga Anda. Bagaimana postur tubuh mereka? Gemuk-gemuk atau cenderung ceking? Kalau rata-rata terbilang bertubuh tipis, besarkemungkinan tubuh kurus Anda bersifat alami, yaitu akibat factor keturunan.
Ahli gisi dari klinik Primavita, Jakarta, dr. Karmelita Ridwan, mengatakan, ada orang yang memang kurus secara genetic. Orang-orang dari kategori ini memiliki sistem metabolisme yang tinggi, bahkan ketika mereka tidak melakukan aktivitas apa pun. Akibatnya pembakaran kalori danlemak dalam tubuh selalu berlangsung cepat. Tidak mengherankan jika tubuh mereka selalu kurus,meski porsi makan mereka sama seperti orang lain.
Namun,kecepatan metabolisme terkadang juga dipengaruhi oleh usia. Diusia muda (17-20), misalnya, kita umumnya membutuhkan kalori lebih tinggi disbanding orang yang berusia 30tahun. Di usia muda, metabolisme kita memang telah berada di puncak. Agar tubuh tetap berisi, kiat harus makan lebih banyak dibanding golongan usia lainnya.Sementara, di usia 30tahunan, metabolisme cenderung menurun, sehingga tubuh biasanya mudah menjadi gemuk.
Satu hal lagi, metabolisme orang yang bertubuh tinggi umumnya juga lebih tinggi disbanding orang yang bertubuh pendek, karena otomatis ototnya lebih banyak. Otot ini tentunya memerlukan energi untuk bekerja, sehingga sijangkuang membutuhkan energi lebih banyak, yang didapat lewat makanan. Jadi bila makan dengan porsi yang sama, bobot si pendek akan lebih berat daripada si jangkung.
Bila semua factor sudah terdeteksi, langkah selanjutnya adalah melakukan cek kesehatan. Jangan-jangan, Anda kurus karena mengindap penyakit paru-paru,TBC, atau kelebihan kelenjar teroid.Penyaki, TBC, misalnya, memang sering kurang disadari, karena gejala awalnya terbilang ringan, yaitu sering batuk-batuk. Namun seiring dengan makin parahnya penyakit, nafsu makan penderita penyakit ini biasanya akan ikut berkurang. Inilah sebabnya tubuh penderita TBC umumnya menjadi kurus.
Semenrtara,orang mengalami kelebihan kelenjar tiroid, detak jantungnya akan lebihcepat, sehingga metabolismenya juga menjadi tinggi.Dengan, kata lain pembakaran kalori dalam tubuh berlangsung lebih cepat.
SESUAIKAN KALORI DENGAN AKTIVITAS
Kalau ternyata tidak ditemukan masalah kesehatan dalam tubuh Anda, langkah selanjunya adalah mulai menghitung bobot ideal Anda sesuai rumus BMI (Body Mass Index). BMI adlah suatu rumus kesehatan, dimana bert badan seseorang(kg) dibagi dengan tinggi badan pangkat dua(m2). Misalnya berat badan Anda 45kg, dan tinggi badan 165cm. Maka, BMI adalah 45 : 165 : 165 X 10.000 = 16.

Apakah anda termasuk kurus, normal, atau overweight? Jawabnya bias dilihat dari patokan berikut ini
BMI <18,5 : Berat badan kurang (underweight)
BMI 18,5-24 : Normal
BMI 25-29 : Kelebihan berat badan (overweight)
BMI .30 : Obesitas

Bila hasil BMI Anda menunjukkan bahwa tubuh Anda tergolong kurus, tapi selama ini Anda sudah makan teratur,dengan porsi cukup, ditambah camilan, bahkan belum pernah bersentuhan dengan diet apapun, lantas apalagi yang salah?
Jangan putus asa dulu. Cobalah bertanya lagi pada diri sendiri, apakah anda yakin kalori yang masuk sudah sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda?
Asal tahu saja, kebutuhan kalori tiap orang berbeda-beda, sesuai dengan aktivitas harian mereka.

Aktivitas ringan : 25 – 30 kalori
Aktivitas sedang : 30 – 35 kalori
Aktivitas tinggi : 35- 40 kalori

No comments: